Tentang Buku Membongkar kegagalan CIA, Adam Malik Anteg CIA?

CIA, Adam Malik!

Ada berita menghebohkan dalam dunia perbukuan Indonesia, Bulan Ini Gramedia mengeluarkan buku yang berjudul Membongkar kegagalan CIA,Spionase Amatiran Sebuah Negara Adidaya. Karangan Tim Weiner. memang dilihat tidak ada yang terlalu membuat gempar, karena sudah pengetahuan umum tentang kebrobokan agen intelegen Amrik itu. Tapi ada tiga alenia di buku Tim Weiner tersebut yang sangat menyinggung Bangsa Indonesia, Satu alinea, berisi Soekarno yang mengudeta pemerintah Indonesia, kedua, di Jakarta ada pejabat strategis yang menjadi agen CIA, dan perekrutan Adam Malik dilakukan dan dikendalikan James McAvoy. Haa Apa!!!!! Sukarnop mengudeta Indonesia negaranya sendiri. Waa Ada yang lebih parah lagi, Adam Malik yang kita kenal sebagai Pahlawan nasional oleh mereka dibilang anggota CIA!!! apa tidak marah Orang di Negeri ini khususnya keluarga almarhum adam Malik.
Apa kita diam saja menerima hal itu, apa seluruh rakyat Indonesia mau melapangkan dada menerima sesuatu yangmentah langsung dicerna dalam otak mereka?Sukurlah ada tanggapan baik dari tokoh kita, Sejarawan kita, Asvi Warman Adam meminta Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berani menantang sang penulis, Tim Weiner, untuk mengajukan bukti-bukti yang menunjukkan Adam Malik Agen CIA.”Kalau Adam Malik agen CIA, enggak mungkin jadi pahlawan nasional. Karena dulu proses pengangkatan beliau jadi pahlawan nasional itu sangat ketat. Dan Ini hanya kesaksian tunggal,” ujar Asvi .
Emang ada untungnya sih keluar buku ini, kita bisalebih tahu kebrobokan CIA dan dedengkotnya ,juga konspirasinya. tapi itu lo bisa menimbulkan fitnah pada pahlawan pahlawan dinegeri kita, emang saya tahu Tim Weiner sebagai penulis buku ini tidak seenaknya begitu menulis fakta fakta tanpa sebelumnya mengadakan riset dan penyalidikan,misal Buku ini mereferensi 50 ribu dokumen milik CIA, Kementrian Luar Negeri, Gedung Putih, 2.000 buku sejarah, 1.000 orang wawancara dengan dengan orang yang terkait CIA, militer. Kemudian 3.000 wawancara dengan para veteran CIA. Jadi tidak bisa kita langsung menjudge buku ini tidak berbobot. Jalan tengahnya itu tadi adalah suatu dialog dari pemerintah kita dengan pihak buku ini sehingga terjadinya persamaan persepsi dan menemukan fakta sesungguhnya.
eh aku juga pengen punya bukunya lo
CIA

Iklan

Pancasila Belum Jadi Sistem Berpikir

 Hampir seluruh rakyat memahami Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Namun, belumlah banyak yang betul-betul menjadikan Pancasila sebagai sistem atau cara berpikir dalam berbagai dimensi kehidupan.

Demikian dikatakan Ketua Kemitraan untuk Reformasi Tata Pemerintahan Marzuki Darusman dan Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno pada pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa (HC) pada Marzuki, Sabtu (15/11) di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung. Franz sebagai promotor.

Menurut Marzuki, Pancasila saat ini tengah menghadapi tantangan yang justru berasal dari dirinya sendiri. Pancasila sering disebut ideologi, tetapi realitasnya justru kerap hanya dijadikan jargon pembentuk kekuasaan. Sebagai ideologi, dirasakan saat ini Pancasila belum menjadi penuntun rakyatnya.

”Berbicara kemiskinan dan beragam permasalahan bangsa saat ini, misalnya, itu sering kali tanpa dihubungkan dengan Pancasila. Jika ini yang terjadi, kemiskinan itu seolah hanya jadi urusan menjengkelkan, mengganggu ketenangan teknokrat. Beda jika dikaitkan dengan Pancasila. Ini (kemiskinan) semata akibat dari kebijakan. Itu pun tidak akan jadi hanya kebijakan tambahan,” tuturnya.

Persoalan penegakan hak asasi manusia (HAM), di lain pihak, seolah ditaruh dalam posisi yang berseberangan dan mulai menggoyahkan Pancasila. Seolah-olah tengah terjadi persaingan antara HAM dan Pancasila. Ideologi Pancasila seolah-olah tak relevan untuk meletakkan pengertian tentang perumusan kekuasaan dan integrasi HAM dalam sistem hukum nasional.

Dalam kondisi ini, perlu dilakukan transformasi. Pancasila, kata Marzuki, perlu direideologikan agar tetap relevan. Tak bisa sekadar direvitalisasi.

Pancasila dalam serangan

Franz Magnis berpandangan, nilai Pancasila sebetulnya sangatlah baik untuk dijadikan pegangan mengatasi ketegangan sosial dan pelbagai persoalan kebangsaan saat ini. ”Pancasila kan bernapaskan pluralisme. Sementara pluralisme ini kini tengah dalam serangan pelbagai pihak yang eksklusif, yang mempunyai pandangan dan ingin memaksakannya,” ucapnya.

Ia melihat, mengutip pemikiran almarhum Nicolaus Driyarkara, inti dari Pancasila sebetulnya adalah sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Tanpa adanya pemahaman yang baik dari prinsip keadilan dan keberadaban ini, pemaknaan empat sila lainnya menjadi hambar.

”Jika tidak adil dan beradab, kita tidak hanya kehilangan nilai, tetapi juga jadi ancaman bersama. Menjadi monster,” ucapnya.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, ia mencontohkan, jika tanpa ada makna berabad, akan menghalalkan kekerasan dan mengakibatkan benturan dengan warga negara lain. Ini jahat

 

sumber : kompas

BUKU BSE, Mudah didapat tapi belum efektif penggunaannya

Akhir akhir ini ada angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, yaitu dengan progam pemerintah bernam BSE atau Buku Sekolah Eektronik. Buku ini berbentuk Ebook (elektronik book ) yang bebas beredar di Internet melalui webdite diknas dan gratis di download kalayak Umum, Meskipun kurang efektif tapi kita harus tetap appreciate.

Yang pertama keuntungan dari BSE ini adalah karena Buku ini gratis untuk didownlaod siapa saja, Selain itu pemerintah memberikan hak ciptanya kesemua orang, dalam artian pihak yang ingin mempublikasikan, mencetak, memperbanyak ,memperjual belikan ataupun “fitur pembajakan lain” dihalalkan, tapi tetap pemeintah memberi batasan harga untuk penjualannya.

mengapa saya katakan kurang efektif. kita tahu tingkat ekonomi  dan sosial masyarakat kita adalah dibawah garis kemiskinan, begitupun masalah iptek, teknologi internet belum sepenuhnya menjangkau daerah atau pedesaan, boro boro mereka mau dapatin buku elektroni gratis. komputer aja belum ngerti” itu kasarnya.

selain itu masalah pencetakan dan distribusi lembaga penyedia buku juga masih terbatas sehingga juga belum tersampaikan ke yang lebih membutuhkan. ya kita tidak boleh pesimis lah , harapan pasti terus ada,

temen temen yang mau download silakan bisa kunjungi website resmi BSE depdiknas

http://bse.depdiknas.go.id/