UNAS Tetap diadakan, adek banin dah Siap Belum?

Dari JawaPos Surabaya- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M. Nuh menegaskan, ujian nasional (unas) bukanlah satu-satunya penentu kelulusan siswa. Penentu kelulusan yang lain adalah penilaian ujian yang dilakukan sekolah masing-masing.

null
Adek adek Banin semua, gimana dengan persiapan Ujian Nasionalnya, Ingat tetep ada UN lo, tu yang dikatakan bapak menteri Pendidikan kita Pak NUh bahwa tetep da Ujian Nasional Meskipun juga butuh perbaikan sistemnya.

Pak Nuh bilang “Walaupun nilai unas 10, tapi nilai ujian sekolahnya jeblok, ya tidak bisa lulus,”. Beliau juga menambahkan, yang menentukan kelulusan siswa ada dua, yakni ujian yang dilaksanakan sekolah dan unas. Menurut mantan rektor saya ini ( ITS), dulu ada seorang anak yang punya persoalan moral. Meski nilai unasnya bagus, anak itu tetap tidak lulus. “Nilai dari sekolah juga sangat menentukan, jadi bukan unas saja,” terangnya.

Pak Nuh mengakui, memang selama ini muncul anggapan yang sangat kuat di masyarakat bahwa unas menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Anggapan itu wajar muncul. Sebab, dalam kenyataannya, 90 persen anak yang tidak lulus, disebabkan nilai unasnya jeblok. “Itu fakta yang ada,” jelasnya.

Bapak asli surabaya itu menjelaskan, kualitas unas ditentukan oleh dua hal. Yakni, materi unas dan penyelenggaraan. Materi yang diujikan harus sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Bobot soal juga sesuai jenjang pendidikan siswa. Jika materi unas sudah terpenuhi, tinggal pelaksanaannya. Nuh mengatakan, kalau penyelenggaraan bagus, kualitas unas akan terjamin. Sebaliknya, jika pelaksanaan jeblok, kualitasnya juga menjadi buruk.

Pelaksanaan unas juga tidak berkaitan antara siswa di perkotaan dan pedesaan. Dia mengatakan, perbedaan pasti ada di antara siswa. Tidak perlu membedakan antara desa dan kota. Di antara siswa satu sekolah saja sudah banyak berbeda, apalagi siswa di desa dan di kota. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah menetapkan nilai kelulusan unas bukan 8, 7, atau 6, tapi 5,5. Itu disesuaikan dengan standar minimal. “Nilainya pas juga masih bisa lulus,” jelasnya.

Nuh juga merespons pihak-pihak yang menginginkan nilai unas hanya dijadikan pemetaan kualitas pendidikan. Menurut dia, jika hasil unas hanya dijadikan bahan pemetaan, akan terjadi conflicting data. Jika nilai unas 7 dan nilai ujian sekolah 9, terjadi kontraproduktif. “Terus mana yang benar?” katanya. Jadi, tidak tepat jika unas dijadikan pemetaan saja.

Menurut Nuh, sebelum membahas masalah tersebut, harus paham duduk permasalahannya. Sebagaimana diberitakan, dalam salinan putusan PN Jakarta Pusat tidak ada poin yang melarang pelaksanaan unas. Putusan di tingkat PN ini lantas dikuatkan di tingkat PT (pengadilan tinggi), lalu di tingkat Mahkamah Agung (MA).

Sudah lah, gitu yang telah dikatakan bapak pendidikan kita, yang terpenting adek semua belajar. belajar dan belajar. jangan Lupa berdoa Pada Allah dan minta doa para Kyai dan Ustad biar memperoleh hasil yang memuaskan.Mas mbak nya siap membantu kok pasti kami mendukung seratus persen, kalau perlu kita ngasih tutorial lagi untuk adek adek.
jangan Lupa ya mari kita banggakan almamater Banin tercinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s