Freeport VS Garuda, Produk Dalam Negeri memang Masih Kalah

Awal tahun Muncul kasus perseturuan lembaga Raksasa lagi,kemarin CICAK VS BUAYA  eh sekarang gantian dua Perusahaan Raksasa, FREEPORT VS GADURA, gitu aja kok Freeport  (mengenang Gusdur).

Perselisihan ini bermula karena Tindakan PT Freeport yang melarang pesawat Garuda Indonesia GA 652 mengisi bahan bakar di Bandar Udara Moses Kilangin, Timika (lo kok bisa, bisa jadi Bandar Udara Timika dikuasai oleh Freeport, wah hebat tu Lobinya). Hal itu diduga disebabkan oleh masalah pribadi. Yaitu Presiden Direktur Freeport Armando Mahler, memaksa naik pesawat Garuda yang sedang mendarat di bandara Jayapura menuju Timika

masalah pribadi tidak dapat dijadikan alasan penyetopan pasokan bahan bakar. Pengelola bandara, katanya, harus tetap memperhatikan pelayanan publik. Hal itu sesuai dengan status Bandara Moses Kilangin yang diubah menjadi bandara umum pada 2008.

Gini ceritanya


Sabtu malam pesawat GA 652 milik Garuda terbang dari Denpasar menuju Timika. Namun cuaca di Timika buruk sehingga penerbangan terpaksa dialihkan ke Jayapura terlebih dulu. Saat menunggu penerbangan lanjutan ke Timika, rombongan Freeport memaksa ikut pesawat itu. Padahal mereka dijadwalkan berangkat dengan pesawat GA 653. Kapten Manotar menolak dengan alasan harus ada dokumen yang diurus kembali jika ada perubahan penumpang. Pengurusan dokumen itu akan memakan waktu lama.

Karena tidak terima sudah ditolak, maka Pihak Freeport Meminta Pihak Garuda Minta Maaf . tidak dapat tanggapan yang real maka terjadilah insiden ini,  terjadi perintah penyetopan pengisian BBM untuk Garuda

Nih alasan dari Bandar Udara saat terjadi penolakan pengisian BBM

Pengelola Bandara Moses Kilangin  memberitahukan bahwa mereka membatasi penjualan bahan bakar ke maskapai Garuda dan Merpati Nusantara.  mereka sedang mengalami keterbatasan bahan bakar. Biasanya mereka bisa menyanggupi semua kebutuhan maskapai, namun sejak akhir tahun lalu dibatasi menjadi 8.000 liter per hari.

Tanggapan pemerintah dan Instansi lain

Pemerintah menyayangkan jika penyetopan pasokan bahan bakar oleh pengelola Bandar Udara Moses Kilangin, Timika, ke PT Garuda Indonesia disebabkan oleh masalah pribadi.  Masalah pribadi tidak dapat dijadikan alasan penyetopan pasokan bahan bakar. Pengelola bandara sebagai bandara Umum ,  harus tetap memperhatikan pelayanan publik.

Anggota Dewan

tindakan PT Freeport yang melarang pesawat Garuda Indonesia GA 652 mengisi bahan bakar merupakan tindakan arogan.

“Freeport jangan arogan, ini negara bukan negaranya, harus ikuti standar operasional,” kata Anggota Komisi V DPR, Akbar Faisal

Meskipun punya tiket, lanjut Akbar, bos Freeport tidak boleh naik pesawat yang sedang singgah akibat cuacu buruk itu. Alasan keterbatasan bahan bakar itu dibuat-buat. Pokoknya harus ikuti aturan main,” terangnya.

Pendapat ane

Wah sebetapa berkuasanya ya freeport itu. atau tepatnya tidak tahu diri di negeri orang. sudah mengekploitasi Harta karun Indonesia ehh sekarang semenang menang mau seenaknya sendiri.

saya coba perlihatkan SAHAM PT FREEPORT entar tahu sendiri betapa besar kekayaan Indonesia yang ” DICURI ASING

Pemegang saham

sumber : Wikipedia.com

Udah ketahuan kan betapa mereka Arogan, Egois atau apapun lah Ketamakan di Bumi Pertiwi Kita

MASIH MAU DIPERTAHANKAN????
silakan Share pendapat Antum, Akhi, Ukhti, Bapak dan Ibu

12 thoughts on “Freeport VS Garuda, Produk Dalam Negeri memang Masih Kalah

  1. terbukti, kalo freeport dari kacamata kita merugikan tapi kenapa masih terus ya…kayanya ada yang salah nih

  2. memang sob masalah klasik, liat ja semua saham dah dimiliki mereka, pemerintah nggak da apa apanya, pasti nggak berani dehh

  3. wah… utk pemerinta hanya 9.36% ???????? gila???
    Kasian masyarakat Papua…..

    kang Terbiyatul saya minta gambarnya utk nulis di Blog saya ya…

  4. jgn smbarangan salahin lembaga nya…
    lembaga ny emg punya AS tp presdir ny kan ttp org Indonesia..
    yg bermasalah kan presdir nya..

  5. Freeport tu mending ditutup aja….indonesia harus bisa jadi bangsa yang mandiri dong….jangan ndompleng asing terus…..

  6. betul u umar
    aku sangat setuju banget………
    negara kita bisa rugi terus menerus kalo freeport masih beroperasi.
    ayo dong para pejabat,petinggi negara,mohon di usut kembali masalah ini.tambang di jaya pura harus bisa kembali lagi ke pangkuan IBU PERTIWI………..

  7. sapa yg bilang negara telah d rugikan ama freport…..yg ada negara dah d untungkan dari freport……..
    yg 9,36% itu kan hanya saham….tapi pajak yg d terimakan besar….
    lagian kalo bukan karena freport nambang d timika papua mungkin papua tidak d kenal d idonesia

  8. hemmm…iyakah , tapi kok masih gitu ya rakyat papua..kayaknya belum terjamah

    menurut sepengetahuan saya, kita sendiri bisa kok mengolahnya…semoga aja kontrrak ma freeport amerika ndak dilanjutin terusss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s