Alhamdulillah, Sertifikasi Halal MUI Mendunia

Alhamdulillah beberapa hal yang positif kita menjadi Kiblat sertifikasi Internasional, Dengan kata lain Kredibilitas Sertifikasi Kita diakui di Dunia.

Salah satu Prestasi Dong

Mui Halal
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) mulai mendunia. Standar sertifikasi halal yang dikeluarkan LPPOM-MUI kini telah diakui sebagai standar halal dunia.

Sertifikasi halal kami adalah standar internasional. Sebelumnya, standar MUI hanya mencakup negara ASEAN. Tapi, proposal halal kita beberapa waktu lalu sudah sempat disampaikan ke sejumlah negara dan mendapat respons positif,” kata Direktur Eksekutif LPPOM-MUI Lukmanul Hakim.

Saat ini, 33 lembaga halal dunia mengacu kepada sertifikat LPPOM-MUI. Mereka, antara lain, lembaga halal di negara-negara ASEAN, Arab Saudi, Kanada, Inggris, Belanda, Belgia, Turki, Jepang, dan Amerika Serikat. MUI telah mengeluarkan sertifikat halal untuk 42 ribu produk dalam negeri. Jika dipersentase, sekitar 60 persen produk dalam negeri telah bersertifikat halal.

Sertifikasi halal tidak hanya untuk menunjukkan produk tersebut layak dan boleh dikonsumsi, Efek positif lain melainkan penting untuk menjaga kredibilitas sebuah produk. Fitur halal menjadi tambahan benefit bagi para produsen produk dalam persaingan produk di pasaran. Dengan demikian, produk tersebut terhindar dari black campaign. Selain itu, produk bersertifikasi halal menjadi pilihan utama konsumen.

”Sertifikasi halal juga melindungi para konsumen dari produk nonhalal. Apalagi, mulai 1 Januari lalu sudah dilakukan perdagangan bebas ASEAN-China. Jadi, harus ada seleksi tentang standar halal,” terang Lukmanul.

Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, standar halal atas suatu produk dapat melindungi umat dari akidah dan akhlak yang menyimpang dengan mengonsumsi produk tidak halal. Kehadiran LPPOM-MUI dijadikan sebagai lembaga audit kehalalan produk di dalam negeri. ”Bagaimanapun, standar halal adalah sebuah hal yang sangat penting bagi negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia,” ujarnya Beliau

diolah dari JawaPos

23 thoughts on “Alhamdulillah, Sertifikasi Halal MUI Mendunia

  1. Alhamdulillah,

    Sebagai Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia sudah sepatutnya menjadi “Kiblat Sertifikasi Halal”. Kendati demikian pihak LPPOM-MUI harus tetap melakukan verifikasi di lapangan untuk menjaring produsen nakal. Berharap kepercayaan umat terhadap lembaga ini tidak akan sirna hanya akibat kelalaian mereka sendiri, yakni ; Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia.

  2. bener akhi, memang masih banyak terjadi barang haram beredar misal abon babi yang sempat rame dulu atau sapi glonggongan (bangkai). mungkin ya karna MUI masih pasif, kelihatannya Produk yang mendatangi MUI untuk meminta sertifikasi Halal, bukan MUI yang mendatangi (atau menjemput bola ). jadi produk nakal ya masih beredar

    tapi selama ini terjadi hubungan baik kok antara MUI dan Produsen, saling menguntungkan lah. Produsen ya mendapat Benefit (jaminan Mutu secara Islami) dan MUI sudah melindungi Konsumen dari Produk Non Halal

  3. Sudah menjadi kewajaran bagi bangsa Indonesia untuk memiliki kemampuan kuat dalam syari`at dan aturan kehidupan, khususnya dalam hukum agama Islam, karena bangsa Indonesia adalah mereka yang notabene penganut Islam terbesar di dunia.
    Bahkan sebuah kemunduran jika baru sekarang-sekarang ini jika kalangan yang berkuasa (MUI atau ormas-ormas Islam lainnya) memiliki kemampuan dan menyampaikannya kepada dunia.
    Namun “lebih baik terlambat jika tidak sama sekali”. semoga akan ada terobosan-terobosan baru yang akan menyelamatkan umat manusia dari kesalahan dan ke khilafan.

  4. setuju bang, memang harusnya indonesia begini. indonesia harus prestasi bukan korupsi. indonesia harus jaya bukannya merana

  5. Minimalnya, berarti pangsa pasar konsumen beragama Islam yang otomatis mencari produk halal, cukup menjadi perhitungan juga.

    Konon, ada saudara muslim yg penghasilannya lumayan tinggi di australia, kerjaannya terbilang sederhana: mengucap BASMALAH tiap2 menyembelih hewan di suatu pabrikan makanan.
    Terjamin halal kan !?

  6. @ ariefmas , wah pernah liat mas, pernah dilipiut juga kok, tukang sembelih itu juga imam masjid sana

    iya mas saya juga pernah mimpi ke luar negeri tapi takut semua makanan n produk dilarang agama, wah nggak jadi deh mimpi lagi

  7. alhamdulillah.. lalu, sekarang MUI jemput bola kah?

    oiya.. itu lho, saya pernah baca berita juga soal teknologi yang digagas oleh seorang muslim keturunan Kyai Ahmad Dahlan di thailand (atau philipina, ya?) tentang kecanggihan sebuah alat yang bisa menentukan halal-haramnya suatu zat makanan sampai analisis tingkat genetik. tidak perlu menunggu waktu lama, sampel dari bahan makanan itu di-scan, lalu bisa dilihat apakah mengandung unsur babi/zat haram lainnya.

    selama ini, bagaimana metode MUI?
    subhanallah, iptek itu sangat memudahkan kinerja lembaga di sana untuk melayani umat..ūüėČ

  8. wah kurang tahu juga bang msalah jemput bola ngak, kurang tahu, yang setahu ane ,yaitu yang perlu diperbaiki.
    teknologi, hem boleh juga sob untuk membantu mempercepat indikasi halal haram tapi dengan ahli ulama juga, teknologi hanya sebagai fasilitas, entar kalo error gimana. tentunya perlu orang disitu yang benar benar memmastikan kevalidan hasil

  9. Alhamdulillah ..
    Ini merupakan brt gmbr ..
    Smga indonesia mkn d pndg d dunia internasiona ..
    Dgn prestasi sprti ni ..
    Amiin.

  10. Alhamdulillah, maju terus. Masih banyak produk yang perlu dicermati kehalalannya. Mesin tehnologi air minum isi ulang misalnya, perlu diteliti, karena bahanya bisa berasal dari kantung kemih babi atau berasal dari tulang babi. Lihat dipostikan kami di http://www.acaini.wordpress.com. Beri tanggapan untuk kemaslahatan ummat.

    o..ya linknya udah aku buat, tukaran link ya… untuk silaturrahim.

  11. bertul sob, apalagi sekarang kan dah dimulai pasar bebas asia tu, wahh ane takut gimana indonesia tak berkutik dibawah cina tuh, kalah semua produknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s