(DIPAHAMI YA) Alhamdulillah Fatwa MUI: Infotainment (Gosip) Haram…

SILAKAN SAUDARA RENUNGKAN BERITA DIBAWAH INI….

Fatwa MUI: Infotainment (Gosip) Haram

Jakarta (ANTARA News) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk infotainment baik bagi yang manayangkan maupun menonton. Fatwa tersebut disahkan dalam pleno MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, Selasa oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Ma`ruf Amin.

Menurut ketentuan umum fatwa mengenai infotainment, menceritakan aib, kejelekan gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak hukumnya haram.

Dalam rumusan fatwa tersebut juga disebutkan upaya membuat berita yang mengorek dan membeberkan aib, kejelekan gosip juga haram.

Begitu juga dengan mengambil keuntungan dari berita yang berisi tentang aib dan gosip dinyatakan hukumnya haram oleh MUI.

Namun MUI memperbolehkan dengan pertimbangan yang dibenarkan secara syar`i untuk kepentingan penegakan hukum, memberantas kemungkaran untuk menayangkan dan menyiarkan serta menonton, membaca dan atau mendengarkan berita yang berisi tentang aib.

Terhadap fatwa ini, MUI merekomendasikan perlu dirumuskan aturan untuk mencegah konten tayangan yang bertentangan dengan norma agama, keadaban, kesusilaan dan nilai luhur kemanusiaan.

Juga direkomendasikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta untuk meregulasi tayangan infotainment untuk menjamin hak masyarakat memperoleh tayangan bermutu dan melindunginya dari hal-hal negatif.

Lembaga sensor film diminta menjamin langkah proaktif untuk menyensor tayangan infotainment guna menjamin terpenuhinya hak-hak publik dalam menikmati tayangan bermutu.

Menurut Ma`ruf, permasalahan infotainment sebelumnya tidak masuk dalam pembahasan namun karena banyaknya permintaan untuk itu akhirnya diputuskan untuk dibahas.

“Kita memutuskan membahas dan membuat fatwa infotainment karena didasarkan pemberitaan saat ini yang dirasa sudah berlebihan,” kata Ma`ruf.(*)
KPI Perkuat Fatwa Infotainment Haram

JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) siap memperkuat fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap tayangan infotainment. Bentuknya, dengan ikut mengaplikasikan fatwa haram itu sebagai rujukan pengawasan tayangan infotainment oleh KPI.

Komisioner KPI, Idy Muzayyad mengatakan, fatwa haram terhadap tayangan infotainment itu disambut baik banyak kalangan, masyarakat, tokoh agama, termasuk lembaga itu. Idy secara pribadi menilai, fatwa haram tayangan yang berisi berita yang mengumbar gosip dan membongkar aib seseorang itu sudah tepat.

“Fatwa tersebut harus punya implikasi yang lebih konkrit dalam konteks pembenaran dunia penyiaran Indonesia harus melakukan perbaikan isi tayangan yang negatif menjadi positif,” kata Idy di Jakarta, Kamis (29/7).

Fatwa haram terhadap siaran infotainment dari MUI ini, menurut Idy, sebenarnya bukanlah barang baru. Musyawarah Nasional (Munas) tokoh agama dari Nadhlatul Ulama (NU) pada 2004 juga telah memfatwakan hal yang sama bahwasanya infotainment berisi hibah itu haram.

Artinya, kata dia, fatwa ini adalah penegasan sikap NU yang merupakan penegasan terhadap kode etik jurnalistik. Pada pasal 6 Kode Etik Jurnalistik disebutkan bahwa wartawan menghormati hak privasi seseorang. “Artinya, bagi kalangan wartawan hal ini juga bukan hal yang baru, hanya penegasan dan mengingatkan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai lembaga agama, MUI sangat berperan dalam tegaknya amar ma”ruf karena hal semacam ini merupakan domain dari MUI. Dalam waktu dekat, MUI dan KPI akan melakukan pemantauan bersama berbasis masyarakat terhadap tayangan televisi. “Termasuk, bagaimana KPI dan MUI melindungi masyarakat dari tayangan yang buruk dan dampak negatif yang mungkin akan timbul,” jelasnya.

Terkait dengan pro kontra terhadap fatwa MUI ini, Idy menyebutnya sebagi hal biasa. Namun ia mengingatkan agar semua pihak menyadari bahwa televisi punya andil dalam mempengaruhi karakter anak bangsa ke depan. “Pro kontra hanyalah soal biasa, tapi mari kita sama-sama berpikir positif. Kita sudah sadar sepenuhnya tayangan televisi itu dapat diamati secara kasat mata dan menyadari bahwa tayangan televisi itu tidak semuanya baik, namun banyak buruknya,” tandasnya.

KPI berharap agar lembaga penyiaran memunculkan self reflection (refleksi diri) dan self converter (konverter diri). Lembaga penyiaran, kata dia, tidak perlu takut dengan KPI. Lebih lanjut, kata dia, lembaga penyiaran harusnya takut kepada masyarakat karena mereka yang menerima langsung dampak baik maupun negatifnya. “Yang positif oke, namun hal negatif ini yang harus dicegah. Jadilah lembaga penyiaran sebagai kekuatan yang mencerahkan bukan membodohi masyarakat,” pungkasnya

SAYA HANYA BISA BERSYUKUR KEPADA ALLAH, SEMOGA MORAL NEGERI INI LEBIH BAIK, KARENA CONTOH BURUK, AIB  DARI PARA ARTIS ARTIS NEGERI INI TIDAK DIPUBLISH DAN DIKONSUMSI MASYARAKAT UMUM, SEHINGGA TIDAK DITIRU OLEH KAMI….. SEMOGA TAMBAH BERSIH PULA PERTELIVISIAN KITA
PENDAPAT SAUDARA…..

One thought on “(DIPAHAMI YA) Alhamdulillah Fatwa MUI: Infotainment (Gosip) Haram…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s